Halaman

Rabu, 17 Februari 2010

Membersihkan Gigi bukan dengan Lidah


Seorang dokter gigi harus rela pulang lebih larut dari biasanya setelah menerima pesan singkat dari salah satu pasiennya. Dokter spesialis orthodensia yang sudah bertahun-tahun menangani kawat gigi ini belum tahu apa yang terjadi. Pesan singkatnya hanya berisi sesuatu yang darurat dan membutuhkan bantuannya segera.

Ditunggu cukup lama, Sang pasien datang dengan membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Sang Dokter pun masih penuh tanda tanya ketika menemui pasiennya. Ketika ditanya, pasien tidak berbicara dan hanya memberi isyarat dengan menunjukkan mulutnya. Seketika Sang Dokter pun paham apa masalahnya. Lidah pasiennya tersangkut pada ujung kawat gigi dan tidak dapat terlepas. Sedikit terkekeh, namun menunjukkan raut wajah yang terkejut. Dokter pun berkata dengan jujur bahwa dirinya baru kali ini menemui pasiennya yang lidahnya tersangkut kawat sampai berdarah-darah dan tidak bisa dilepas. Dengan peralatan yang dimilikinya, sesegera mungkin dokter itu mengambil tindakan untuk membebaskan lidah pasien. Setelah sukses, dokter pun melepaskan tawa yang sepertinya memang sudah ditahannya. Ada-ada saja masalah konyol yang terjadi pada pasiennya.

Pasien pun bercerita bagaimana lidahnya bisa tersangkut hingga tidak bisa kembali. Sepele ternyata. Dirinya risih dengan sisa makanan yang biasanya tersangkut di antara gigi dan kawatnya, sehingga ia menggunakan lidahnya dengan sedikit memaksa untuk menghilangkan sisa makanan itu. Alhasil, lidahnya tersangkut pada ujung kawat dan terjadilah semua hal di atas.
Masalah tadi masalah yang bisa dikatakan konyol, namun juga berbahaya.
Menghilangkan sisa makanan di gigi khususnya bagi yang berkawat sejatinya memang menggunakan sikat gigi, bukan dengan lidah. Bukan soal mana yang lebih mudah dilakukan setelah makan atau sudah terbiasa, namun membiasakan menggosok gigi setiap selesai makan tentu akan membuat gigi lebih sehat dan terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar