Senin, 29 Agustus 2016

Indonesia di Balik Lukisan Istana

Ini bukan poster biasa, tetapi lukisan yang sangat bagus.

Kutipan itu adalah ucapan mantan Presiden Sukarno atas lukisan Affandi yang dibuat di medan pertempuran Karawang - Bekasi tahun 1946. Lukisan berjudul Laskar Rakyat Mengatur Siasat I ini dibuat Affandi sebagai poster penyemangat untuk rakyat yang sedang berjuang kala itu. Bertuliskan "Tetap Merdeka" Affandi seolah ingin menunjukkan kontribusinya untuk perjuangan Indonesia melalui apa yang dia bisa. Lukisan itu kemudian diminta oleh Sukarno dan menjadi koleksi istana presiden di Yogyakarta.

Di balik goresan yang indah secara visual, lukisan istana ternyata menyimpan pengalaman heroik dari Sang Seniman. Pada masa perang paska kemerdekaan, Affandi dan kawan-kawan melibatkan diri di medan pertempuran dan melukis secara langsung suasana di lapangan. Inilah mungkin, yang menjadikan lukisan - lukisan para pelukis legendaris itu menjadi demikian berharga.

Persembahan Istana
Koleksi istana karya Affandi dan seniman-seniman legendaris lain yang menyimpan beragam nilai nasionalisme dipamerkan pada Pameran bertajuk 17:71, Goresan Juang Kemerdekaan. Pameran yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 1 - 30 Agustus 2016 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 71 tahun Indonesia merdeka. Pameran ini menampilkan 28 lukisan dari 20 pelukis ternama tanah air, ditambah 1 lukisan Sukarno.

Selain sebagai ajang apresiasi seni dari istana negara, pameran ini juga mampu menjadi ajang edukasi bagi masyarakat umum. Generasi muda sekarang mungkin tak banyak yang tahu tentang karya-karya maestro seni Indonesia. Untuk itu, tak hanya sekedar memamerkan karya, pihak penyelenggara juga mengadakan tur galeri bersama kurator dan jurnalis seni di akhir pekan. Pengunjung didampingi dan diberi wawasan seputar karya-karya koleksi istana yang bernilai tinggi.

Tak Lepas dari Yogyakarta
Hal menarik lain tentang fakta sejarah yang dapat ditemukan dalam pameran ini adalah keeratan masa perjuangan Bangsa Indonesia dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak kurang 8 dari 28 lukisan yang dipamerkan bersentuhan dengan kota gudeg ini. Narasi-narasi yang mengulas cerita dan sejarah karya seni mengetengahkan Yogyakarta sebagai kota perjuangan yang istimewa. Selain memang sempat menjadi ibukota negara di masa kekacauan paska kemerdekaan, Yogyakarta adalah asal muasal pelukis maestro tanah air. Di Yogyakarta pula, organisasi Seniman Muda Indonesia berawal dan sering mendapat kunjungan dari Sukarno.

Biografi II Malioboro karya Harijadi Sumadjijaja adalah salah satu karya yang membawa Yogyakarta dalam judul dan tema lukisan. Malioboro diusung sebagai representatif kompleksitas yang dapat ditemui di Yogyakarta. Dalam lukisannya yang bergaya surealistik, kawasan tenar ini tergambar sangat sibuk dengan perpaduan beragam aktivitas di dalamnya.

@dwilestarin / kusdwilestarin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar